Gundam News
Diorama Gunpla, diorama pertarungan, FM Aerial custom, GBWC Filipina 2025, Gunpla, Gunpla Builder, Gunpla custom, Gunpla kitbash, inspirasi mitologi Jepang, Juara GBWC Filipina, Kim Genovea, kitbash mecha, Kshatriya kitbash, Onamazu yokai, proses kreatif Gunpla, sculpting Gunpla, Shinobido, yokai Jepang
admingundam
0 Comments
Shinobido: Karya Sinematik yang Mengantarkan Kim Genovea Menjadi Juara GBWC Filipina ke-13
gundamindo.com – Kim Genovea memanfaatkan berbagai kit untuk membangun karyanya, di antaranya Antena FM, MG MK2 Shin Musha, Mobile Doll Sarah, HG Kshatriya, MG Dom, MG Quebeley, HG Quebeley, HG Hygogg, MG Zaku, HG Dilanza, SD Nightingale, RG Sazabi, dan MG Tallgeese. Semua komponen ini saling berpadu membentuk proyek skala besar yang detail dan kompleks.
Inspirasi Berawal dari Cinta pada Mitos Jepang
Perjalanan Kim menuju gelar Juara Filipina ke-13 GBWC berawal dari ketertarikannya terhadap sejarah dan mitologi Jepang. Karya pemenangnya, Shinobido, memadukan legenda yokai, kisah kuno, serta jiwa shinobi pengembara ke dalam satu diorama bernuansa film.
Lahirnya Konsep Shinobido: Pertarungan Shinobi vs Yokai
Kim membangun konsep tentang shinobi mech yang menghadapi Onamazu, yokai lele legendaris yang dipercaya membawa gempa dan bencana. Momen pertarungan dramatis yang ia bekukan di atas pegunungan dekat danau menjadi inti dari narasi Shinobido. Visual ini mengarahkan keseluruhan jalur kreatif proyek.
Proses Kreatif: Dari Sketsa Hingga Siluet Shinobi Mecha
Ia memulai proses dengan sketsa siluet kasar untuk menangkap pose dan komposisi adegan. FM Aerial dipilih sebagai basis utama karena bentuknya mendukung estetika shinobi. Kim memanjangkan anggota tubuh, mengubah leher dan pinggang, lalu membentuk ulang siluet agar mengesankan kelincahan dan kemampuan stealth. Armor pahatan manual, jubah handmade, dan komponen kitbash memperkuat kesan ninja mech.

Menciptakan Onamazu: Monster Kitbash yang Mencekam
Onamazu hadir dari gabungan HG Kshatriya, MG Dom, dan MG Quebeley. Bagian kepalanya mengadopsi elemen binder Hygogg dan Kshatriya, menghasilkan wajah ikan raksasa dengan detail menyeramkan berupa wajah manusia dalam mulutnya. Kim terinspirasi dari Koh, Pencuri Wajah di serial Avatar, untuk menambah aura horor.
Membangun Dunia Shinobido: Diorama yang Sarat Atmosfer
Kim membangun lingkungan diorama menggunakan styrofoam, dempul dinding, dan resin epoksi untuk menampilkan permukaan air. Ornamen Buddha memperkuat nuansa spiritual. Ia membentuk ulang lanskap berkali-kali hingga mencapai harmoni antara ketenangan alam pegunungan dan ketegangan adegan pertarungan.
Tantangan Besar: Waktu, Kelelahan, dan Detail Tanpa Akhir
Kim hanya bisa bekerja beberapa jam per hari, sehingga waktu menjadi musuh terbesar. Ia kerap melawan kelelahan dan nyeri punggung bawah selama proses. Proses memahat dan mengampelas memerlukan banyak siklus pengeringan dan penyempurnaan. Pelindung bahu saja memakan waktu hampir satu minggu. Dengan disiplin, perencanaan, dan kerja akhir pekan, ia berhasil menuntaskan proyek ini. Pengecatan membutuhkan sepuluh hari penuh konsentrasi.

Perjalanan Artistik: Shinobido sebagai Titik Balik
Kim melihat Shinobido sebagai bukti pertumbuhan pribadinya. Ia mengasah kemampuan visualisasi, menyeimbangkan kreativitas dan komposisi, serta memperkuat intuisi seni. Proyek ini menjadi batu loncatan yang membuatnya melampaui batas kreativitasnya sendiri.
Pesan Kim untuk Para Builder Gunpla
Ia mendorong builder untuk tidak takut bereksperimen dan keluar dari pola umum. Menurutnya, juri telah melihat hampir semua teknik standar, sehingga orisinalitas adalah senjata utama. Inspirasi bisa muncul dari anime, manga, budaya internasional, seni rupa, hingga benda-benda sehari-hari. Baginya, karakter mecha yang unik membutuhkan keberanian untuk menabrak batas.









Post Comment